Gempa Bumi Berkekuatan 6,8 SR Guncang Sulawesi Utara: Ratusan Rumah Rusak

Berita62 views

Manado, 11 Juni 2024 — Gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada dini hari tadi, menyebabkan kerusakan luas dan kepanikan di kalangan penduduk. Gempa yang terjadi pada pukul 02.45 WITA itu berpusat di 75 kilometer tenggara Kota Manado dengan kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa ini terasa di beberapa wilayah lain, termasuk Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa. Guncangan kuat menyebabkan ratusan rumah rusak, beberapa di antaranya bahkan roboh. Selain itu, sejumlah infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan.

“Gempa ini cukup kuat dan berlangsung sekitar 30 detik. Saya merasakan rumah saya bergetar hebat, dan beberapa barang di dalam rumah jatuh berantakan,” ujar Rini, salah satu warga Manado yang selamat dari bencana ini. “Kami sekeluarga langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.”

Pemerintah daerah setempat segera menurunkan tim penyelamat untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak. Hingga saat ini, laporan sementara mencatat lebih dari 300 rumah rusak berat dan sekitar 20 orang mengalami luka-luka. Tidak ada laporan korban jiwa, namun pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.

Walikota Manado, Andrei Angouw, menyatakan bahwa pihaknya telah mendirikan posko-posko darurat di beberapa titik untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan cepat kepada para korban. Semua sumber daya dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga,” kata Andrei.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan, selimut, dan tenda darurat. “Kami sangat prihatin dengan bencana ini dan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Tim kami siap membantu warga yang membutuhkan,” ujar Risma dalam keterangannya.

Baca Juga  Strategi Pompanisasi Kota Bandung Dukung Swasembada Pangan Nasional, Menuju Kestabilan Pangan di Jawa Barat

BMKG mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. “Potensi gempa susulan masih ada, meskipun dengan kekuatan yang lebih kecil. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang,” kata Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.

Gempa bumi ini mengingatkan kembali pentingnya kesiapsiagaan bencana di daerah rawan gempa seperti Sulawesi Utara. Para ahli geologi mengingatkan bahwa wilayah ini berada di zona cincin api Pasifik, yang merupakan daerah dengan aktivitas seismik tinggi.

“Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya membangun infrastruktur yang tahan gempa dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prosedur keselamatan saat terjadi gempa,” kata Dedi Suryadi, seorang pakar geologi dari Universitas Gadjah Mada.

Upaya pemulihan kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan nasional. Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak gempa. Semangat gotong royong dan solidaritas di antara warga juga menjadi kunci dalam menghadapi bencana ini.

Komentar