Bahas Bahaya Rokok dan Strategi Pengendaliannya demi Generasi Sehat di ICTOH ke-9 Digelar di Bandung

 Bandung – Konferensi Nasional Pengendalian Tembakau, ICTOH ke-9 digelar di Bandung, Jawa Barat, pada 28-30 Mei 2024. Konferensi ini merupakan wadah bagi para ahli, pembuat kebijakan, dan aktivis untuk membahas dan menangani masalah pengendalian tembakau di Indonesia.

Bandung Dipilih sebagai Tuan Rumah karena Angka Merokok Tinggi

Bandung dipilih sebagai kota tuan rumah ICTOH 2024 karena Jawa Barat memiliki angka perokok tertinggi ketiga di Indonesia, yaitu 32,78% penduduk dewasa merokok.

Hal ini menjadi keprihatinan besar bagi pemerintah dan masyarakat, terutama karena dampak negatif rokok terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Menanggulangi Dampak Tembakau pada Anak-Anak

Salah satu fokus utama ICTOH 2024 adalah membahas dampak industri tembakau terhadap anak-anak dan remaja. Data menunjukkan bahwa paparan asap rokok dan iklan rokok di kalangan anak-anak dan remaja semakin mengkhawatirkan. Hal ini dapat meningkatkan risiko mereka untuk menjadi perokok di masa depan.

Konferensi ini akan membahas berbagai strategi untuk mengurangi penggunaan tembakau pada anak-anak dan remaja, antara lain:

  • Meningkatkan edukasi tentang bahaya rokok kepada anak-anak dan remaja.
  • Menerapkan larangan iklan rokok di media yang mudah diakses oleh anak-anak dan remaja.
  • Memperkuat penegakan hukum terhadap penjualan rokok kepada anak-anak dan remaja.
  • Menyediakan layanan konseling berhenti merokok untuk anak-anak dan remaja yang sudah terpapar rokok.

Upaya Bandung untuk Mengurangi Penggunaan Tembakau

Pemerintah Kota Bandung juga berkomitmen untuk menurunkan penggunaan tembakau. Kota Bandung telah memiliki Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ditetapkan di beberapa wilayah. Kota ini juga sedang mengembangkan layanan konseling berhenti merokok di beberapa puskesmas.

Peran Penting ICTOH dalam Membangun Generasi Sehat

ICTOH tidak hanya menjadi wadah untuk membahas dan merumuskan strategi pengendalian tembakau, tetapi juga menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak. Konferensi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil.

Baca Juga  Rp5 T Pemerintah Siapkan untuk Bagi-bagi Kompor Listrik ke Masyarakat

Kolaborasi antar pihak ini sangat penting dalam upaya untuk mewujudkan generasi sehat bebas rokok. Masing-masing pihak memiliki peran penting dalam menyukseskan program pengendalian tembakau.

Komentar