Ekspor Tekstil Tumbuh di Mahugi Jaya, Kirim 300.000 Meter Bahan Baku ke Dubai

Bandung – kabar baik ekspor tekstil tumbuh di Mahugi Jaya, bernama PT Mahugi Jaya Sejahtera perusahaan manufaktur bahan tekstil yang berbasis di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, baru saja membukukan capaian mengesankan dengan mengekspor 300.000 meter bahan baku tekstil senilai 350.000 dolar AS ke Dubai.

Pengiriman yang dilakukan menggunakan tiga kontainer ini menandai momentum kebangkitan industri tekstil dalam negeri, yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tekanan.

Ekspor perdana Mahugi Jaya ke Dubai ini disambut baik oleh pemerintah. Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKF) Taufiek Bawazier yang hadir saat pelepasan ekspor di Jawa Barat pada Selasa (21/5/2024) menyatakan, “Ekspor ini mungkin menjadi tanda kebangkitan industri tekstil kita, karena beberapa tahun terakhir ini industri tekstil kita sedang tertekan, pertumbuhannya negatif terus.”

Pernyataan tersebut selaras dengan data kontribusi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Meski mengalami pertumbuhan sebesar 2,64 persen secara tahun ke tahun (YoY) pada triwulan pertama 2024, pencapaian ini perlu dilihat dalam konteks perjuangan industri TPT yang sempat mengalami kontraksi pada kuartal 4 tahun 2023.

Kabar baiknya, ekspor TPT secara keseluruhan juga menunjukkan peningkatan sebesar 0,19 persen atau senilai 2,95 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Langkah berani Mahugi Jaya untuk merambah pasar ekspor Timur Tengah ini dinilai sebagai terobosan penting. Direktur Utama PT Mahugi Jaya Sejahtera, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. “kami selalu berupaya meningkatkan kualitas produk dan mencari peluang pasar baru. Ekspor ke Dubai ini membuktikan bahwa produk tekstil Indonesia mampu bersaing di kancah global,” ujarnya.

Keberhasilan Mahugi Jaya menembus pasar Dubai tidak lepas dari kerja keras dan inovasi yang mereka lakukan. Perusahaan ini dikenal dengan komitmennya terhadap penggunaan bahan baku berkualitas tinggi dan penerapan teknologi produksi terkini. Mereka juga secara aktif mengikuti pameran internasional dan menjalin kerjasama dengan para pelaku bisnis global.

Baca Juga  5 Wisata Bebas Kendaraan di Bandung, Menikmati Spot dan Tempat Rekreasi Baru Khusus Pejalan Kaki

Ekspor perdana Mahugi Jaya ke Dubai diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri tekstil lainnya. Dengan kegigihan, peningkatan kualitas produk, dan strategi pemasaran yang tepat, produk tekstil Indonesia berpotensi meraih pangsa pasar yang lebih besar di tingkat internasional.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, juga memegang peranan penting dalam mendukung kebangkitan industri tekstil nasional.

Berbagai program insentif, seperti keringanan pajak dan bantuan untuk modernisasi pabrik, dapat mendorong daya saing produsen tekstil dalam negeri.

Selain itu, perlu ditingkatkan pula sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi untuk melakukan riset dan pengembangan di bidang tekstil.

Inovasi dalam hal desain, bahan baku, dan teknologi produksi akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di industri tekstil global.

Ekspor 300.000 meter bahan baku tekstil oleh PT Mahugi Jaya ke Dubai menjadi simbol harapan bagi masa depan industri tekstil Indonesia.

Dengan kerja keras, inovasi, dan dukungan dari pemerintah, industri ini berpeluang untuk bangkit kembali dan berkontribusi lebih besar terhadap kemajuan ekonomi nasional.

Komentar