Penerapan Jum’at Bebas Kendaraan di Bandung, Upaya Pemkot Kurangi Polusi dan Dorong Angkutan Umum

Bandung – Dalam upaya memerangi polusi udara dan mendorong penggunaan angkutan umum, penerapan Jum’at bebas kendaraan oleh Pemkot Bandung di lingkungan Balai Kota Bandung.

Kebijakan ini mulai berlaku pada hari ini, 17 Mei 2024, dan menargetkan seluruh pimpinan dan pegawai yang berkantor di Balai Kota.

Sasaran dan Aturan Kebijakan

Kebijakan ini melarang kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, untuk parkir di area Balai Kota Bandung setiap hari Jum’at. Pengecualian diberikan kepada:

  • Kendaraan masyarakat yang akan berobat ke Puskesmas Balai Kota dengan stiker khusus.
  • Kendaraan ambulans.
  • Tamu yang akan datang dapat diturunkan di Taman Dewi Sartika, namun kendaraannya harus segera keluar dari area Balai Kota Bandung.

Upaya Pendukung

Untuk mendukung kelancaran kebijakan ini, Pemkot Bandung telah menyiapkan beberapa langkah, antara lain:

  • Penyediaan angkutan pegawai: Bagian Umum Setda Kota Bandung menyediakan 4 kendaraan untuk mengantarkan pegawai, yaitu 2 bus Hiace dan 2 minibus.
  • Titik poin pengangkutan: Tersedia beberapa titik poin pengangkutan bagi pegawai, yaitu di Terminal Ledeng, Pajajaran, Antapani, Cicaheum, dan Leuwipanjang.
  • Pilihan transportasi alternatif: Pegawai diimbau untuk menggunakan transportasi lain seperti sepeda, jalan kaki, atau angkutan umum.

Harapan dan Manfaat

Diharapkan kebijakan ini dapat memberikan manfaat, yaitu:

  • Udara di sekitar Balai Kota Bandung menjadi lebih bersih.
  • Kemacetan di area Balai Kota Bandung berkurang.
  • Kesehatan pegawai meningkat dengan beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan.
  • Penggunaan angkutan umum di Kota Bandung meningkat.

Dukungan dan Tantangan

Kebijakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari para pegawai Balai Kota Bandung.

Namun, beberapa tantangan juga dihadapi, seperti:

  • Ketersediaan angkutan umum yang masih belum memadai.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.
  • Kebiasaan masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.
Baca Juga  Suspek Cacar Monyet Mulai Merambat, Gubernur Jateng Minta Perketat Pintu Masuk Ke Indonesia

Langkah Kedepan

Pemkot Bandung terus berupaya untuk mengatasi tantangan tersebut, dengan:

  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas angkutan umum.
  • Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan angkutan umum.
  • Bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan layanan transportasi yang lebih nyaman dan menarik.

Komentar